Melihat Madura yang Tidak Tunggal

Kadir adalah seorang aktor yang komikal. Logat Madura-nya yang medok dan selalu bilang taiyek di ujung kalimat, selalu mengundang tawa para penonton teve kisaran 1990-2000. Cukup sulit mencari wajah lain dari Madura yang bisa sekuat Kadir di media arus utama kala itu. Anak muda sekarang mungkin mengenal Tretan Muslim sebagai wajah Madura di teve atau YouTube. Ia, seperti Kadir, adalah seorang pelawak dari Madura yang menggunakan Madura sebagai persona. Lanjutkan membaca Melihat Madura yang Tidak Tunggal

Literasi Madura dalam Jebakan Sentimen Primordial dan Solipsisme Subjek Cartesian – Pengantar Singkat “Musyawarah Literasi Muda Madura”

Oleh: Taufiqurrahman

Anggap saja ini judul berita di sebuah surat kabar: “Madura Menjadi Tamu Kehormatan di KBJ Tahun Ini”. Dari sudut pandang sintaksis, kalimat itu tidak bermasalah. Ia sudah memenuhi syarat untuk menjadi sebuah kalimat sempurna. Ada subjek (Madura), predikat (menjadi), objek (tamu kehormatan), dan keterangan (KBJ tahun ini) yang membuat relasi sintaktis yang baik dan benar, sehingga kalimat yang disusunnya juga benar secara formal.

Namun, berdasarkan logika-semantik, kalimat tersebut sangat problematik—persis di satu kata: ‘Madura’. Apa arti kata ‘Madura’ dalam kalimat itu? Lanjutkan membaca Literasi Madura dalam Jebakan Sentimen Primordial dan Solipsisme Subjek Cartesian – Pengantar Singkat “Musyawarah Literasi Muda Madura”