Kampung Buku Jogja 2017 Siap Digelar 4-8 Oktober

Saat ini kehidupan sosial di Indonesia sedang mendapat tantangan dan gangguan dengan terjadinya peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kemajemukan dan toleransi masyarakat. Kasus-kasus intoleransi dan gesekan-gesekan akibat perbedaan pandangan tentang masalah identitas terjadi di sejumlah wilayah. Kelompok masyarakat tertentu memvonis kelompok masyarakat lainnya sebagai pihak yang tidak berhak menjalankan aktivitas kelompoknya karena dianggap berbeda dalam soal keyakinan ataupun agama.

Masalah tersebut semakin terasa mengkhawatirkan bagi masa depan kebhinekaan Indonesia karena adanya perdebatan dan perang opini yang berlangsung di dunia maya. Media sosial telah menjadi ajang persaingan antar-kelompok yang mengusung pendapat berbeda sehingga mengarah pada rivalitas bahkan pertikaian. Banyak orang menjadi terlalu mudah mengunggah kabar dan informasi yang belum diperiksa kebenarannya. Informasi dan berita bohong (hoax) tersebar dengan sangat cepat karena banyaknya orang yang saling membagikannya via media sosial. Maraknya kasus-kasus intoleransi pun dipengaruhi antara lain oleh penyebaran kabar bohong tersebut.

Saat ini sebagian masyarakat di Indonesia seperti mudah tersulut emosi dan mudah menjadi hakim atas sebuah peristiwa. Informasi dan kabar tidak terlebih dulu dibaca dengan teliti, dicermati muatannya, ditelusuri sumbernya. Kita menjadi warga masyarakat yang tidak berpikir kritis, tidak reflektif, dan tidak bijaksana. Dengan kata lain kita sedang mengalami masalah dalam pembacaan atas kondisi sosial. Kita mengalami krisis literasi justru ketika informasi hadir dengan sangat banyak dan mudah di sekeliling kita.

Dalam situasi krisis literasi itulah kita perlu menengok lagi dunia pustaka atau dunia buku. Kepustakaan adalah medium yang mampu mengajak kita melepaskan diri dari hiruk pikuk dan sengakrut perdebatan di media sosial. Kita perlu kembali memperhatikan buku yang sudah sejak lama dianggap sebagai “jendela dunia”. Membaca buku adalah upaya bagi kita untuk belajar berpikir kritis dan reflektif sehingga kita tidak akan menjadi manusia yang tergesa-gesa dalam berpikir dan bertindak.

Kebutuhan kita akan kegiatan membaca tentu saja berkaitan dengan ketersediaan bacaan dan kepustakaan. Salah satu pendukung untuk pengadaan buku itu adalah pasar buku. Kita memerlukan buku untuk dibaca dan kita bisa mendapatkannya di pasar buku. Penerbit dan toko buku pun menjadi pihak penyokong ketersediaan bacaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam hal inilah pasar buku harus menjadi tempat yang mampu menyediakan bacaan-bacaan bermutu tinggi untuk meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan daya literasi masyarakat.

Untuk mengikuti kemajuan teknologi informasi, komponen-komponen pendukung pasar buku memang perlu membangun serta mengembangkan strategi penyebaran buku untuk masyarakat. Kampanye-kampanye tentang buku dan literasi harus terus dilakukan untuk mengimbangi peredaran informasi yang salah dan kabar bohong di dunia maya. Di saat yang fisik buku perlu disediakan di pelbagai tempat dengan cara-cara modern yang mampu mendekatkan bacaan dengan publik dan pembacanya.

Kampung Buku Jogja 2017 adalah kegiatan perbukuan yang mendukung penguatan literasi dan pengembangan dunia pustaka. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi dan bacaan yang bermutu, penting, dan bermanfaat bagi publik. Diskusi-diskusi yang berlangsung di dalamnya adalah upaya untuk menguatkan kemampuan pembacaan masyarakat atas pelbagai peristiwa sosial mutakhir yang dikaitkan dengan realitas dunia kepustakaan di Indonesia. Sedangkan produk-produk bacaan atau buku yang disediakan dalam kegiatan ini adalah materi-materi terpilih yang akan mampu mendorong masyarakat untuk berpikir terbuka, kritis, dan proporsional. Dengan kata lain kegiatan ini merupakan upaya pembaruan cara berpikir dan bertindak sehingga kita bisa bersama-sama membangun masyarakat yang cerdas dan beradab.

Bertempat di Foodpark, Lembah UGM, Kampung Buku Jogja akan dihelat pada 4-8 Oktober 2017. Selain pameran buku, akan diadakan juga serangkaian diskusi buku, temu komunitas, acara hiburan, serta penyampaian hasil Musyawarah Buku.