Literasi Perempuan dalam Frame Seorang Guru Perempuan – Orasi Akhiriyati Sundari di Kampung Buku Jogja 2018

Oleh Akhiriyati Sundari
Guru di Madrasah Aliyah Darussalam Maguwoharjo dan Madrasah Aliyah Nurul Ummah Kotagede

Salam sejahtera untuk kita semua

Hadirin sekalian, sahabat-sahabat pecinta dan pegiat buku yang budiman. Terlebih dahulu perkenankan diri saya berdiri di hadapan Anda, sebagai “yang masih awam” dalam dunia literasi di Yogyakarta, mencoba untuk menepi sejenak dari arus kuat suara-suara, baik itu suara perempuan maupun  suara-suara yang berbicara tentang perempuan. Di mana hari-hari ini terasa begitu deras larut dalam arus dinamika sosial-politik tak terkendali, yang bertaburan di lini media sosial kita. Lanjutkan membaca Literasi Perempuan dalam Frame Seorang Guru Perempuan – Orasi Akhiriyati Sundari di Kampung Buku Jogja 2018

Literasi Madura dalam Jebakan Sentimen Primordial dan Solipsisme Subjek Cartesian – Pengantar Singkat “Musyawarah Literasi Muda Madura”

Oleh: Taufiqurrahman

Anggap saja ini judul berita di sebuah surat kabar: “Madura Menjadi Tamu Kehormatan di KBJ Tahun Ini”. Dari sudut pandang sintaksis, kalimat itu tidak bermasalah. Ia sudah memenuhi syarat untuk menjadi sebuah kalimat sempurna. Ada subjek (Madura), predikat (menjadi), objek (tamu kehormatan), dan keterangan (KBJ tahun ini) yang membuat relasi sintaktis yang baik dan benar, sehingga kalimat yang disusunnya juga benar secara formal.

Namun, berdasarkan logika-semantik, kalimat tersebut sangat problematik—persis di satu kata: ‘Madura’. Apa arti kata ‘Madura’ dalam kalimat itu? Lanjutkan membaca Literasi Madura dalam Jebakan Sentimen Primordial dan Solipsisme Subjek Cartesian – Pengantar Singkat “Musyawarah Literasi Muda Madura”