Resmi Dibuka, Kampung Buku Jogja Diikuti Semakin Banyak Penerbit

Kampung Buku Jogja #4 resmi dibuka hari ini. Lebih dari 56 penerbit indie maupun reguler dan 45 pengisi acara siap berpartisipasi untuk acara yang diselenggarakan selama 10-13 September 2018 ini. Mulai dari penulis, penerbit, penjual buku, penggiat literasi, hingga musisi turut memeriahkan Kampung Buku Jogja yang diselenggarakan di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Arif Arif Abdulrakhim selaku Kepala Dukuh Kampung Buku Jogja menuturkan bahwa tahun ini semakin banyak penerbit yang ikut serta dalam Kampung Buku Jogja. Hal ini tidak pernah terbayang sebelumnya mengingat acara ini dikerjakan oleh orang yang setiap harinya adalah penulis, penerbit, dan penjual buku—bukan EO profesional.

“Pada dasarnya, Kampung Buku Jogja dibikin oleh kawan-kawan yang setiap harinya ada kerjaan. Entah menulis, menerbitkan buku, maupun jualan buku. Enggak kebayang sejak awal bisa sejauh ini,” terang Arif.

Adhe Ma’ruf, yang juga merupakan salah satu penggagas acara menambahkan bahwa tahun ini Kampung Buku Jogja hadir dengan formula yang berbeda.

“Setiap tahun kita mencoba menu-menu lain. Konten acaranya diotak-atik. Tahun lalu, kita bikin sidang komisi buku. Tahun ini kita bikin kelas-kelas literasi. Mungkin tahun depan beda lagi,” terang Adhe.

Selain orasi dan sambutan, acara pembukaan Kampung Buku Jogja juga dimeriahkan dengan peluncuran buku Kampung Buku Jogja serta seremonial pemotongan tumpeng oleh St. Sunardi.

Selain upacara pembukaan, pada hari pertama Kampung Buku Jogja diselenggarakan juga Kuliah Umum Public Speaking bersama Wulan Tri Astuti, S.S., M.A., Workshop Puisi bersama Joko Pinurbo; Talkshow Penulis Digital bersama Iqbal Aji Daryono, Agus Mulyadi, serta Dian Dwi Anisa; Orasi Literasi Irfan Afifi; juga pertujukkan musik Rannisakustik, Aroo, Doa Ibu, serta TikiTaka. [DAz]

Tinggalkan Balasan