Forum Umar Kayam Bersama Azhari Aiyub: Saya, Kura-kura Berjanggut, dan Sejarah Aceh

PKKH UGM bekerja sama dengan Kampung Buku Jogja mengadakan Forum Umar Kayam pada Selasa, 3 September 2019 dalam acara Kampung Buku Jogja 2019. Forum tersebut berjudul “Saya, Kura-kura Berjanggut, dan Sejarah Aceh”.

Buku Kura-Kura Berjanggut karya Azhari Aiyub memberikan alternatif baru dalam pembacaan sejarah Aceh. Azhari menampilkan narasi tentang sebuah tempat pada era sebelum Nusantara terbentuk. Kita dapat menebak dengan mudah bahwa tempat tersebut adalah Aceh—tempat tinggal Azhari selama ini.

Kura-Kura Berjanggut adalah sebuah buku bermuatan pengaruh agama, konstelasi sejarah, alur, penokohan, konflik, relasi kuasa, dan pembabakan yang rumit. Azhari meramunya dengan cemerlang dan menyisakan kita pada kegelisahan mengenai sejarah Aceh. Perang Aceh adalah catatan sejarah dan mengandung unsur intrinsik berharga yang terus direproduksi oleh masyarakat hingga sekarang.

Melalui Kura-Kura Berjanggut, Azhari mencoba menampilkan sejarah dari penutur asli. Ia menghadirkan narasi yang tidak hitam-putih, namun di dalamnya melekat kepentingan politis dan kultural pada masing-masing tokoh.

Forum ini ingin menyuguhkan kisah kepengarangan Azhari Aiyub dalam menulis Kura-Kura Berjanggut yang telah berlangsung selama 10 tahun. Bagaimana riset yang ia lakukan selama penulisan dan tantangan apa yang dihadapi? Jika kita menelisik lebih jauh, apa yang disajikan Azhari sedang mendekonstruksi sejarah dari narasi Snouck Hurgronje dengan memaparkan narasi dari penutur asli.  Benarkah demikian? Dalam perspektif Azhari, bagaimana sejarah Aceh seharusnya dinarasikan? Serta, apakah cerita fiksi semacam ini (dan kitab fiksi yang lainnya) dapat membantu seseorang memahami sejarahnya?

Tinggalkan Balasan