Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Esai bersama Bandung Mawardi

Kampung Buku Jogja menyampaikan terima kasih temen-temen yang telah mengirimkan karya esainya, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Kelas Esai bersama Bandung Mawardi. Dari beberapa karya yang masuk, kami melakukan seleksi dan memutuskan nama-nama berikut berhak mengikuti kelas tersebut. Lanjutkan membaca Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Esai bersama Bandung Mawardi

Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Editing bersama Muhidin M. Dahlan

Kampung Buku Jogja menyampaikan terima kasih temen-temen yang telah mengirimkan karya esainya, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Kelas Esai bersama Muhidin M. Dahlan. Dari beberapa karya yang masuk, kami melakukan seleksi dan memutuskan nama-nama berikut berhak mengikuti kelas tersebut. Lanjutkan membaca Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Editing bersama Muhidin M. Dahlan

Jadwal Lengkap Kampung Buku Jogja 2018

Kampung Buku Jogja diselenggarakan selama 4 hari, 10 – 13 September 2018, di PKKH UGM. Puluhan narasumber baik personal maupun kelompok kami undang dalam perayaan buku ini. Selain itu, kami juga mengundang Madura sebagai tamu kehormatan.

Seluruh acara yang kami susun disediakan untuk umum dan gratis. Namun karena terkait kuota, kami membuat sistem pendaftaran. Di luar agenda workshop, Anda bisa datang langsung jika tak sempat mendaftar. Lanjutkan membaca Jadwal Lengkap Kampung Buku Jogja 2018

Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Puisi bersama Joko Pinurbo

 

Kampung Buku Jogja menyampaikan terima kasih kepada para penyair yang telah mengirim puisi-puisinya kepada kami. Puisi-puisi tersebut sebagai persyaratan untuk mengikuti Kelas Puisi bersama penyair Joko Pinurbo. Akan tetapi, karena banyaknya penyair yang ingin mengikuti kelas ini, kami memutuskan untuk membatasi dengan cara menyeleksi puisi-puisi yang telah masuk ke email panitia. Hanya 20 nama penyair yang kami pilih. Berikut adalah nama-nama tersebut (urutan abjad): Lanjutkan membaca Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Puisi bersama Joko Pinurbo

Undangan Keikutsertaan Karya di Stan Literasi Madura #KBJ2018

Kampung Buku Jogja 2018 juga dilaksanakan dengan mengundang tamu kehormatan, yakni Madura. Kegiatan ini akan memberikan ruang dan waktu yang cukup luas bagi orang-orang buku dari Madura untuk menyampaikan informasi, gagasan, maupun harapan mereka tentang dunia perbukuan dan aspek-aspek yang berkaitan.

Kami mengundang para peneliti secara sukarela untuk mengikutsertakan karya penelitian (skripsi, tesis, disertasi) untuk ditampilkan di Stan Literasi Madura. Lanjutkan membaca Undangan Keikutsertaan Karya di Stan Literasi Madura #KBJ2018

Jejak Langkah Orang Buku

 

Dunia perbukuan memiliki komponen-komponen pendukung yang mencakup sumber daya manusia, karya tulis dan visual, teknologi grafika, infrastruktur pemasaran, perpustakaan, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain. Dalam aspek sumber daya manusia, dunia perbukuan didukung oleh keberadaan pembaca, penulis, pekerja grafika, pustakawan, pedagang buku, dan sebagainya. Mereka inilah yang layak disebut sebagai “orang-orang buku”. Lanjutkan membaca Jejak Langkah Orang Buku

HAKI Adalah Alat, Bukan Tujuan

Budi Riswandhi, Kepala Pusat Hak Atas Kekayaan Intelektual Universitas Indonesia (HAKI UII) mengatakan bahwa mindset tentang HAKI selama ini keliru. “HAKI selama ini dipandang sebagai tujuan, sehingga orang rela melakukan apapun demi HAKI. Padahal HAKI adalah alat yang digunakan untuk tujuan menyejahterakan masyarakat,”, ungkap Budi saat tampil sebagai pembicara dalam Sidang Komisi HAKI yang berlangsung di Dongeng Kopi, Selasa (19/09).

Selain itu menurut Budi, kekeliruan lain adalah HAKI hanya dilihat dari mekanisme pendaftaran dan perlindungan, padahal yang lebih tepat, HAKI adalah sebuah aset. Oleh karena itu kualifikasi HAKI dalam aturan hukum Indonesia masuk dalam konteks hak kebendaan yang sifatnya tak berwujud. Jika kita bicara barang, masih menurut Budi dalam hukum, benda adalah aset. Jadi HAKI adalah aset sehingga bisa dikelola.

Budi menambahkan bahwa ada tiga hal yang bisa lakukan terkait pengelolaan HAKI ini, pertama HAKI sebagai aset harus terus dikembangkan, karena bisa melahirkan aset lain (inovasi). Kedua, melindungi HAKI sebagai aset. Sebagai asset, HAKI harus dilindungi, maka dibutuhkan pendaftaran. Terkait perlindungan ini ada dua cara yakni, preventif dan represif. Untuk langkah preventif, pendokumentasian yang baik adalah cara paling mudah dan murah. Sementara represif, adalah langkah penindakan hukum.
Setelah HAKI sebagai asset sudah dikembangkan dan dilindungi, langkah ketiga adalah utilisasi, yaitu menggunakan HAKI untuk sebuah tujuan. Tujuan itu bisa menurut Budi bisa komersial maupun non komersil.