Eksplorasi Kematian di Karya-karya M. Fudoli Zaini

M. Fudoli Zaini sebagai cerpenis tak banyak dibicarakan orang. Tidak seperti Danarto maupun Kuntowijoyo. Padahal secara kualitas, menurut Hairus Salim HS, tidak sedikit karya Fudoli yang sebanding bahkan melebihi karya keduanya. Meski pernah ikut mewarnai majalah sastra bergengsi seperti Horison, nyatanya nama Fudoli masih jarang tersebut di perbincangan sastra tanah air. Hairus Salim menduga hal tersebut dikarenakan Fudoli tak pernah mengikuti geliat acara sastra maupun politik sastra yang mengiringinya. Lanjutkan membaca Eksplorasi Kematian di Karya-karya M. Fudoli Zaini

Memimpikan Jogja sebagai Kota Perbukuan

 

Pada awal bulan Februari lalu, IKAPI DIY menggelar Pesta Buku Jogja 2012, bertajuk Jogja Itoe Boekoe. Dilatarbelakangi idealisme menggebu untuk membangun citra dunia perbukuan di Jogjakarta, di deklarasikanlah Jogja sebagai Kota Perbukuan Nasional pada seremoni pembukaan Pesta Buku Jogja tersebut.

Memantas Diri di Sebuah Pesta Buku

Di tengah pesta buku itu, beberapa teman sesama aktivis perbukuan mencandai saya yang mereka anggap seperti ”ogah-ogahan” berjualan. ”Mengapa Anda tidak berjualan?” begitu mereka bertanya kepada saya. Padahal, jelas-jelas kami mendisplay buku yang boleh dibeli pengunjung di stand yang sengaja kami rancang dengan penataan yang lumayan.

Lanjutkan membaca Memimpikan Jogja sebagai Kota Perbukuan