Biaya Jadi Masalah Distirbusi Buku Secara Luring

Hariyadi, CEO Solusi Distribusi mengatakan bahwa distribusi buku secara luring untuk sampai ke segala penjuru tanah air masih bermasalah pada pembiayaan. Padahal menurut Hariyadi, jumlah penduduk yang banyak dan wilayah Indonesia yang luas adalah pasar yang amat potensial untuk bisnis buku. “Kita cetak buku 2000 eksemplar misalnya, mungkin baru bisa habis dalam dua tahun kalau tidak terlalu best seller. Faktanya untuk mendistribusikan buku-buku ini kita perlu biaya besar yang sampai sekarang masih menjadi masalah,”ungkap Hariyadi saat tampil menjadi pembicara dalam Sidang Komisi Distribusi pada Rabu (20/09) di Dongeng Kopi.

Di samping masalah biaya, penguasaan jaringan ritel buku oleh salah satu perusahaan, menurut Hariyadi adalah masalah lain dalam urusan distribusi buku. Ketiadaan pesaing yang sama kuatnya membuat persaingan di pasar buku menjadi kurang sehat. Oleh karena itu kemunculan distributor dan penerbit-penerbit indie yang memasarkan bukunya di luar jaringan toko buku besar tersebut, menurut Hariyadi adalah langkah yang harus diapresiasi dan terus dikembangkan. “Mau caranya daring maupun luring itu kan hanya cara. Yang penting di luar jaringan toko buku yang besar itu selalu ada aktivitas distribusi buku yang luas ke penjuru Indonesia ini,” tambah Hariyadi.

 

Tinggalkan Balasan