Kuliah Umum Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM di Kampung Buku Jogja 2019

Kampung Buku Jogja 2019 merupakan peristiwa literasi dan ruang diskursif bagi para pencinta buku dan masyarakat umum untuk merayakan buku dalam wujudnya sebagai bahan kajian dan sumber pengetahuan. Kali ini kami bermaksud membahas dan mendiskusikan aspek-aspek kemasyarakatan di Indonesia, seperti politik, sejarah, seni dan budaya, bahasa, dan wilayah geografis.

Dengan latar belakang sebagaimana tertera dalam proposal yang kami lampirkan, Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM mengadakan kuliah umum bagi mahasiswa reguler di departemen tersebut dan masyarakat umum yang berminat pada kajian-kajian politik. Kuliah umum dilaksanakan sebagai rangkaian acara KBJ 2019 di Gedung PKKH UGM.

Terdapat keterkaitan yang jelas di antara tema KBJ 2019, yaitu Menelisik Bilik-bilik Indonesia, dengan materi perkuliahan di DPP FISIPOL UGM, seperti HAM dan Kewarganegaraan, Sejarah Sosial dan Politik Indonesia, Analisa Politik Indonesia, Birokrasi, Pemilu, Perilaku Politik, dan lain-lain (sumber: htttps://palawa.ugm.ac.id).

KBJ mengajak DPP FISIPOL UGM untuk mengadakan kuliah umum di panggung utama KBJ 2019 pada jam 10.00 – 12.00 WIB yang disampaikan oleh staf pengajar DPP FISIPOL UGM. Kuliah umum tersebut dapat diikuti oleh publik agar ilmu pengetahuan senantiasa disebarkan seluas-luasnya dan kembali menjadi milik masyarakat.

Peserta Kampung Buku Jogja 2019

Kampung Buku Jogja 2019 diikuti oleh penerbit regular, penerbit indie, dan toko buku langka. Berikut ini daftarnya:

PENERBIT REGULER

  1. Buku Mojok
  2. Diva Press
  3. Diandra Primamitra Media
  4. Insist Press
  5. Jalasutra
  6. LKiS
  7. Media Pressindo
  8. Ombak
  9. Shira Media
  10. Solusi Buku/Solusi Distribusi
  11. Toga Mas
  12. Yayasan Pustaka Obor Indonesia
  13. Media Kreativa
  14. Gading Publishing
  15. Galang Press
  16. Forum
  17. Pustaka Alvabet
  18. Komunitas Bambu
  19. UII Press
  20. Amara Books

PENERBIT INDIE

  1. Art Music Today
  2. Djaman Baroe
  3. EA Books
  4. Gambang Buku Budaya
  5. Indie Book Corner
  6. Interlude
  7. Istana Agency
  8. IVAA
  9. Kendi Publisher
  10. Mata Bangsa/Mata Angin
  11. Nyala
  12. Pataba Press
  13. Pojok Cerpen
  14. Rua Aksara & Bening Pustaka
  15. Warning Books
  16. Deepublish
  17. Kentja Press
  18. Diomedia
  19. Cantrik Pustaka
  20. Resist Book
  21. Kakatua
  22. Octopus Publishing
  23. Nurmahera
  24. Katta/BukuKatta
  25. Papyrus Publishing
  26. Circa
  27. Antinomi
  28. Pustaka Saga
  29. Pelangi Sastra
  30. Marjin Kiri
  31. Trubadur
  32. Gorga
  33. Yayasan Kajian Musik Laras
  34. Warung Arsip
  35. Jual Buku Sastra
  36. Berdikari Book
  37. Natan Books

TOKO BUKU LANGKA

  1. Bagas Setia Wicaksana
  2. Bayu Nugrah
  3. Gerak Budaya
  4. Aik Nugraha
  5. Budi Saryanto
  6. Rusli AB
  7. Lentho
  8. Massa Aksi
  9. Aby Totok
  10. Reko Pambudi Prabowo
  11. Nurmahera
  12. Tantrayana
  13. Tokohitam
  14. Yus Pramudya Jati
  15. Gubuk Sastra

Kampung Buku Jogja 2019: Menelisik Bilik-bilik Indonesia

Pada tahun 2019 Kampung Buku Jogja (KBJ) menginjak usianya yang ke-5. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 2015 sebagai salah satu upaya untuk merawat dan mengembangkan semangat keilmuan dalam dunia perbukuan di Indonesia yang melampaui perbincangan dan praktik perbukuan sebagai komoditas belaka. Kami mewujudkan keinginan tersebut dengan menjadikan KBJ sebagai kerja kolektif insan-insan perbukaun dan ruang diskursif bagi para pencinta buku untuk merayakan buku dalam wujudnya sebagai bahan kajian dan sumber pengetahuan.

Kami menyadari bahwa terdapat banyak hal yang dapat ditelisik dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Buku merupakan salah satu wahana yang menawarkan perspektif untuk penyelidikan tersebut. Oleh karena itu KBJ diusahakan menjadi sarana untuk mengkaji peristiwa yang sudah berlalu dan meneropong perkembangan yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan sosial. Dengan demikian KBJ turut mendorong dunia perbukuan untuk selalu berjalan beriringan dengan masyarakat.

Pada tahun ini kami bermaksud membahas dan mendiskusikan aspek-aspek kemasyarakatan yang dikaji oleh para peneliti, dinarasikan oleh para penulis, diterbitkan oleh insan-insan perbukuan, maupun dipertunjukkan oleh para penampil. Kami menyadari bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang sangat kaya dalam setiap bidang yang dimilikinya, seperti sumber daya alam, etnis, seni dan budaya, dan sebagainya. Kekayaan itu pula yang mendorong munculnya para peneliti, penulis, penerbit, penampil, dan kreator lainnya. Mereka menjadikan Indonesia sebagai sumber untuk diteliti dan dikaji kemudian hasilnya dikembalikan kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui dan mengapresiasinya, termasuk masyarakat. Karya-karya yang dihasilkan dari pelbagai kajian itu pula yang turut menjadi faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan oleh pemerintah Indonesia.

Penelitian dan pengkajian tentang Indonesia sudah berlangsung sejak kolonialisme Belanda berlangsung di Tanah Air. Terdapat banyak peneliti berkebangsaan asing yang bergulat meneliti aspek-aspek dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak pula lembaga penelitian maupun perguruan tinggi di luar negeri yang didirikan untuk menaungi riset-riset tersebut. Kenyataan itu turut mendorong munculnya para peneliti dari dalam negeri yang menengok kembali Ibu Pertiwi sebagai sumber inspirasi, obyek riset, dan bahan kajian keilmuan mereka.

Dengan fondasi dan pemikiran itulah KBJ 2019 ingin menjadi tempat berlangsungnya diskusi-diskusi tentang keindonesiaan yang berbasis pada riset-riset keilmuan oleh para peneliti. Adapun spektrum yang melandasi pemilihan hasil-hasil  penelitian untuk dikaji dalam kegiatan perbukuan tersebut adalah bidang keilmuan yang mencakup aspek-aspek sosial di Indonesia, yakni politik, sejarah, seni dan budaya, bahasa, dan wilayah geografis.

Kami akan mendokumentasikan hasil-hasil diskusi dan perbincangan dalam KBJ 2019 supaya catatan dan diskursus yang berlangsung di dalamnya dapat tersampaikan kepada khalayak yang lebih luas. Dengan cara itu pula KBJ 2019 tetap menjadi kegiatan perbukuan yang berada dalam koridor kepentingan pengayaan wacana dan penyebaran informasi untuk masyarakat Indonesia.