Setelah Geger Buku 2003

Orang-orang berhimpun dan berdesakan di Auditorium IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada jam 20.00 WIB, 28 Mei 2003. Mereka datang atas sebuah undangan yang diedarkan melalui layanan pesan singkat (SMS) dan milis-milis buku serta sastra. Dua sastrawan muda yang mewakili Lembaga Kajian Kebudayaan Akar Indonesia sebagai panitia, yaitu Satmoko Budi Santoso dan Raudal Tanjung Banua, sangat tegas memungkasi bunyi undangan itu dengan kalimat: “Salam Jogja”. Acara meriah di malam itu pun judulnya bikin merinding: “Ketika Jogja Menghakimi Jakarta”.

Lanjutkan membaca Setelah Geger Buku 2003

Para Industrialis Sastra

Pada Desember 1956, Iwan Simatupang menghadiri dan meliput sejumlah acara sastra di Den Haag, Belanda. Rangkaian acaranya adalah penyerahan anugerah sastra untuk pengarang Herman Teirlinck, Konferensi VI Sastra Belanda, dan sebuah “pameran sastra” di Museum Kotapraja. Acara yang terakhir berisi pameran potret, tulisan tangan, dan barang-barang aneh milik 50 pengarang Vlaming dan Belanda dari kurun waktu 1905 hingga 1955. Katalog pameran ini memuat potret para pengarang, juga fragmen dari karya-karya mereka.

Lanjutkan membaca Para Industrialis Sastra