Literasi Perempuan dalam Frame Seorang Guru Perempuan – Orasi Akhiriyati Sundari di Kampung Buku Jogja 2018

Oleh Akhiriyati Sundari
Guru di Madrasah Aliyah Darussalam Maguwoharjo dan Madrasah Aliyah Nurul Ummah Kotagede

Salam sejahtera untuk kita semua

Hadirin sekalian, sahabat-sahabat pecinta dan pegiat buku yang budiman. Terlebih dahulu perkenankan diri saya berdiri di hadapan Anda, sebagai “yang masih awam” dalam dunia literasi di Yogyakarta, mencoba untuk menepi sejenak dari arus kuat suara-suara, baik itu suara perempuan maupun  suara-suara yang berbicara tentang perempuan. Di mana hari-hari ini terasa begitu deras larut dalam arus dinamika sosial-politik tak terkendali, yang bertaburan di lini media sosial kita. Lanjutkan membaca Literasi Perempuan dalam Frame Seorang Guru Perempuan – Orasi Akhiriyati Sundari di Kampung Buku Jogja 2018

Melihat Madura yang Tidak Tunggal

Kadir adalah seorang aktor yang komikal. Logat Madura-nya yang medok dan selalu bilang taiyek di ujung kalimat, selalu mengundang tawa para penonton teve kisaran 1990-2000. Cukup sulit mencari wajah lain dari Madura yang bisa sekuat Kadir di media arus utama kala itu. Anak muda sekarang mungkin mengenal Tretan Muslim sebagai wajah Madura di teve atau YouTube. Ia, seperti Kadir, adalah seorang pelawak dari Madura yang menggunakan Madura sebagai persona. Lanjutkan membaca Melihat Madura yang Tidak Tunggal

Eksplorasi Kematian di Karya-karya M. Fudoli Zaini

M. Fudoli Zaini sebagai cerpenis tak banyak dibicarakan orang. Tidak seperti Danarto maupun Kuntowijoyo. Padahal secara kualitas, menurut Hairus Salim HS, tidak sedikit karya Fudoli yang sebanding bahkan melebihi karya keduanya. Meski pernah ikut mewarnai majalah sastra bergengsi seperti Horison, nyatanya nama Fudoli masih jarang tersebut di perbincangan sastra tanah air. Hairus Salim menduga hal tersebut dikarenakan Fudoli tak pernah mengikuti geliat acara sastra maupun politik sastra yang mengiringinya. Lanjutkan membaca Eksplorasi Kematian di Karya-karya M. Fudoli Zaini

Literasi Madura dalam Jebakan Sentimen Primordial dan Solipsisme Subjek Cartesian – Pengantar Singkat “Musyawarah Literasi Muda Madura”

Oleh: Taufiqurrahman

Anggap saja ini judul berita di sebuah surat kabar: “Madura Menjadi Tamu Kehormatan di KBJ Tahun Ini”. Dari sudut pandang sintaksis, kalimat itu tidak bermasalah. Ia sudah memenuhi syarat untuk menjadi sebuah kalimat sempurna. Ada subjek (Madura), predikat (menjadi), objek (tamu kehormatan), dan keterangan (KBJ tahun ini) yang membuat relasi sintaktis yang baik dan benar, sehingga kalimat yang disusunnya juga benar secara formal.

Namun, berdasarkan logika-semantik, kalimat tersebut sangat problematik—persis di satu kata: ‘Madura’. Apa arti kata ‘Madura’ dalam kalimat itu? Lanjutkan membaca Literasi Madura dalam Jebakan Sentimen Primordial dan Solipsisme Subjek Cartesian – Pengantar Singkat “Musyawarah Literasi Muda Madura”

Standar Viral yang Jahat Bagi Penulis

Sosial media menjadi faktor yang menentukan bagi perjalanan kepenulisan Iqbal Aji Daryono dan Agus Mulyadi. Keduanya mendapatkan gaya menulis dan riuh pembaca dari sosial media. Terkhusus bagi Agus, menulis di blog juga turut memberi pengaruh. Iqbal dan Agus adalah dua orang yang boleh jadi saat ini menjadi perwajahan bagaimana menulis di sosial media, pada gilirannya, menjadi sebuah proses menulis kreatif yang tidak bisa dianggap sepele. Kini, orang-orang tak harus membaca tajuk rencana maupun kolom opini di surat kabar untuk mencari esai yang mangkus berisi perspektif alternatif tentang suatu permasalahan.

Meski demikian, perubahan karakteristik pembaca ini hadir bersamaan dengan perubahan hubungan kritik dan otokritik penulis. Apalagi jika kemudian standar moral yang ditaruh penulis selalu tidak jauh dari viral atau tidaknya sebuah tulisan. Lanjutkan membaca Standar Viral yang Jahat Bagi Penulis

Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Esai bersama Bandung Mawardi

Kampung Buku Jogja menyampaikan terima kasih temen-temen yang telah mengirimkan karya esainya, sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Kelas Esai bersama Bandung Mawardi. Dari beberapa karya yang masuk, kami melakukan seleksi dan memutuskan nama-nama berikut berhak mengikuti kelas tersebut. Lanjutkan membaca Pengumuman Hasil Seleksi Kelas Esai bersama Bandung Mawardi

Resmi Dibuka, Kampung Buku Jogja Diikuti Semakin Banyak Penerbit

Kampung Buku Jogja #4 resmi dibuka hari ini. Lebih dari 56 penerbit indie maupun reguler dan 45 pengisi acara siap berpartisipasi untuk acara yang diselenggarakan selama 10-13 September 2018 ini. Mulai dari penulis, penerbit, penjual buku, penggiat literasi, hingga musisi turut memeriahkan Kampung Buku Jogja yang diselenggarakan di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Lanjutkan membaca Resmi Dibuka, Kampung Buku Jogja Diikuti Semakin Banyak Penerbit